Rabu, 05 Mei 2010

siklus

Siklus Rerigerant

Didalam sistim pendingin kompresi dalam keadaan standby ( diam ) gas refrigerant mengisi seluruh sistim yang terdiri atas kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator secara merata dan dengan tekanan yang relativ sama.

Ketika kompresor dihidupkan rerigrant yang berada di receiver maupun evaporator akan dihisap dan dialirkan /ditekan kedalam kondensor. Didalam kondensor gas refrigrant akan menjadi bertekanan dan bertemperatur tinggi, ketika kondensor bersentuhan dengan udara bebas yang bertemperatur kamar/ruang maka gas refrigerant akan turun suhunya dan berkondensasi sehingga perlahan lahan berubah menjadi cairan, ketika sampai diakhir kondensor gas refrigerant telah sepenuhnya menjadi cairan dengan tekanan yang masih tinggi.

Ketika cairan melalui katup ekspansi ( pipa kapiler ) cairan dengan temperature jenuh memasuki ruang evaporator yang luas dan bertekanan rendah maka serta merta akan memuai menjadi gas dan mendidih sehingga akan membutuhkan kalor laten, kalor ini diserap dari udara disekitar evaporator, shgingga terjadi penurunan suhu / disekitar evaporator, ketika sampai di akhir evaporator seluruh refrigerant telah menjadi gas dan terjadi sedikit kenaikan temperatur tetapi hal ini dapat diabaikan.

Refrigerant yang telah berubah menjadi gas yang bertemperatur dan bertekanan rendah ini dihisap oleh kompresor untuk selanjutnya ditekan/dialirkan kedalam kondensor.

Siklus ini akan terus berjalan selama kompresor dihidupkan. Refrigerant terus mengalir dengan perubahan tekanan dan temperature, hal inilah yang dimanfaatkan dalam pesawat pendingin, baik sebagai pendingin/pengawet makanan ( refrigerator ) maupun pedingin ruangan ( AC ).

11

Cara Pengisian Refrigerant Dalam Refrigeratror/ lemari pendingin

Ada dua cara pengisian yang lazim dilaksanakan para teknisi pendingin. Yang pertama dengan cara pengosongan sistim dengan menggunakan pompa vacum standar. Cara ini disamping lebih cepat juga hasil pemvacuman lebih sempurna.

Cara kedua dengan mengeluarkan udara dalam sistim dengan menggunakan kompresor dari mesin itu sendiri, cara ini lazim disebut cara vacum bodi. Cara ini makan waktu cukup lama dan sebenarnya kurang sempurna hasilnya, sebagian udara masih tersisa dalam sistim atau tidak dapat dikeluarkan seluruhnya.

PENGISIAN REFRIGERANT DENGAN MENGGUNAKAN POMPA VACUM.

22

LANGAKAH PENGISIAN SISTIM DENGAN VACUM PUMP

  1. Siapkan alat yang dibutuhkan misalnya
    • Manifold gauge
    • Tabung refrigerant
    • Pompa vacuum ( vacum pump )
    • Napel / pentil
    • Rol stopkontak
    • Clamp tester / tang amper

2. Langkah Kerja

· Pasang napel/pentil tambahan pada kompresor dari sistim yang akan diisi refrigerant.

· Pasang ketiga slang manifold pada tempatnya masing masing, selang biru pada sebelah kiri selang kuning pada saluran tengah dan merah pada bagian kanan (lihat gambar)

· Hubungkan slang biru pada napel tambahan pada kompresor

· Hubungkan selang kuning pada tabung refrigerant.

· Hubungkan selang merah pada napel pada pompa vacuum.

· Setelah yakin semuanya terpasang dengan benar dan rapat, buka kedua kran pada manifold gauge

Kran / Valve

Kran valve pada outdoor unit

Kran valve adalah sebuah alat yg dapat membuka tutup seperti kran air, bedanya adalah kran air dapat ditutup dan dibuka dengan tangan, kalau kran valve pada outdoor unit dibuka dan ditutupnya menggunakan kunci L.

kran valve berfungsi untuk mengunci freon didalam outdoor unit.
bila anda membeli ac split baru outdoor unitnya sudah terisi oleh freon.
jadi sewaktu ac split sudah selesai terpasang,
kran valve pada outdoor unit harus dibuka agar freon dapat bersikulasi didalam unit pendingin.

ac 1/2 pk, 3/4 pk dan 1 pk mempunyai kran valve yg berukuran 1/4 untuk pipa tekan(discharge) dan kran valve yg berukuran 3/8 untuk untuk pipa hisap(suction) dapat anda lihat pada gambar diatas.
semakin tinggi kapasitas pendinginan, semakin besar pula kran valve yg digunakan.
untuk membuka dan menutup kran valve, terlebih dahulu anda harus membuka mur penutup kran nepel dengan kunci inggris.
mur penutup kran nepel befungsi untuk menahan kebocoran freon, bila seal pada kran valve bocor.
untuk itu setelah anda membuka mur penutup kran nepel dan memasangnya kembali, usahakan mur penutup kran nepel dikencangkan kembali.
kerusakan pada kran valve biasanya adalah kebocoran disekitar kran valve dan bagian belakang kran valve yg berada didalam outdoor unit.
dapat diperbaiki dengan cara mengelasnya atau menggantinya dengan kran valve yg baru.

catatan: yg ditunjukan oleh tanda panah dalam gambar adalah pentil pengisian freon.

rumus mesin pendingin

Rumus perhitungan pendinginan

Jika anda tidak mengetahui berapa kapasitas pendinginan untuk ruangan/kamar tidur yang ingin anda pasangi ac, berikut ini saya berikan rumus perhitungan kapasitas pendinginan untuk ruangan/kamar tidur anda.


1 ton refrigerasi = 12.000 Btu / jam
1 ton refrigerasi = 3,51 kw pendingin
(12000 / 3414 = 3,51)
biasanya untuk 1 ton pendinginan, evaporator membutuhkan volume udara sekitar 400 cfm (cubic feet per minute)


Kapasitas pendinginan ac harus disesuaikan dengan ukuran ruangan yg ingin anda pasangi ac, rumusnya adalah : P X L X 500/800 = .....PK
Jika ruangan kamar tidur anda Panjangnya 4 meter dan lebarnya 3 meter, berarti 4 meter X meter x dengan 3500/800 = 0.75 PK, berarti ac yg harus anda pasang adalah 3/4 PK.
atau bisa juga anda gunakan rumus P X L X 500 BTU = Kapasitas ac yang anda butuhkan.
bisa juga dengan rumus 37 meter = 12.000 BTU
kode kapasitas pendinginan ac berbeda-beda pada tiap merk ac, merk national/panasonic menggunakan kode cs/cw 05 = 1/2 PK, 07 = 3/4 PK, 09 = 1 PK, 12 = 1.5 PK dan 18 = 2 PK.
sedangkan untuk merk Daikin FT 20 = 3/4 PK, FT 25 = 1 PK, FT 35 = 1.5 PK

untuk perhitungan yang lebih spesifik/heat load calculation, anda dapat menggunakan coolpack software.

cara kerja ac mobil

Prinsip kerja mesin pendingin semuanya sama, yg berbeda hanya alat spare-part dan freonnya saja, pada ac mobil menggunakan compressor yg digerakkan dengan sebuah vanbelt melalui putaran mesin.
compressor ac mobil menggunakan clutch/kopling untuk menggerakan piston didalam compressor, pipa pengeluarannya berbentuk drat luar dengan tulisan S untuk suction/hisap D untuk discharge/tekan.

coba anda perhatikan selang karet bernepel dari compressor drat D (discharge/tekan) pasti menuju pada condenser yg berada didepan radiator mobil anda, dari condenser disambungkan pada strainer yg mempunyai sight glass (kaca untuk melihat aliran freon) lalu dari strainer menuju Expansion valve (pengganti pipa kapiler) baru masuk kedalam evaporator dan kembali kepada compressor drat S (suction/hisap).

evaporator dan condensor pada ac mobil model sekarang terbuat dari almunium, jadi bila terjadi kebocoran anda bisa membeli yg baru atau memilih untuk dilas.
anda bisa mengelasnya di jalan wr buncit raya dekat kantor imigrasi jakarta selatan, ini anda lakukan bila kebocoran pada evaporator/condenser tidak terlalu banyak bocornya, soalnya biaya las dihitung perlubang.

hal-hal yg membuat ac mobil anda menjadi tidak dingin

1. Adanya kebocoran pada selang karet suction atau discharge.
bila anda ingin memperbaiki sendiri anda dapat memotong selang karet tepat ditempat yg terjadi kebocoran dengan pisau cutter.
masukan 2 buah klem baut yg ukurannya lebih dari selang karet ac mobil anda, lalu masukan pipa ac ukuran 5/8 panjang 10 cm kedalam selang karet yg anda potong tadi lalu kencangkan klem baut untuk menekan pipa 5/8 agar tidak terjadi kebocoran.
lakukan vakum dengan mesin vakum kemudian isi freon R134A atau R12, ditoko spare-part ac ada yg menjual freon R134A ukuran 3 ons, belilah 2 botol untuk ac mobil yg tidak doble blower.
tapi bila ac mobil anda doble blower belilah 3 atau 4 botol.
pentil pengisian freon pada compressor ac mobil sekarang berdrat dalam, tidak seperti comppressor ac mobil R12 berdrat luar yg langsung dapat dipasangkan selang manifold.
anda harus membeli alat tambahan agar selang manifold dapat terpasang pada compressor ac mobil R134A.

2. Tekanan yg dikeluarkan oleh comppressor ac mobil anda sudah lemah, mungkin klep tekan dan klep hisap yg berada dalam comppressor ada yg patah.
kalau compressor tekanannya sudah berkurang, saya sarankan anda menggantinya dengan yg baru.

3. Evaporator dan condenser tertutup oleh debu atau kotoran.
anda dapat merasakan desiran angin yg keluar dari blower ac mobil anda, bila udara yg keluar tidak beraturan berarti blower ac mobil anda harus dicuci dengan mesin steam.

4. Extra fan pada condenser tidak dapat berputar
chek apa ada aliran lstrik 12 volt dc pada kabel yg menuju extra fan.

5. Evapporator mengalami kebocoran.
untuk mengeceknya memang agak sulit karena anda harus membuka evaporator tersebut.

6. condenser mengalami kebocoran.
untuk mengeceknya anda siramkan air sabun pada sisi kanan dan kiri condensor tersebut, perhatikan apa ada gelembung udara yg keluar diantara tekukan U nya.
periksa juga sambungan nepel di compressor, strainer, condenser dan di evaporator, ini dilakukan bila freon masih tersisa dalam sistem ac mobil anda.

7. Chek thermostat apakah dapat menghubungkan aliran listrik.

ac mobil menggunakan switch pressure, jadi bila tidak ada tekanan freon dalam sistem ac mobil anda, compressor tak mau hidup walaupun switch ac anda geser keposisi on.
dan untuk mengecek apa freon dalam ac mobil anda berkurang atau tidak, anda dapat melihat pada sight glass yg berada pada strainer/drier.
bila anda melihat aliran freon ada berbusa berarti ada pengurangan freon tapi bila yg anda lihat seperti aliran air dan tidak berbusa berarti ac mobil anda berkondisi baik/tidak ada pengurangan freon.
cara kerja kulkas

Sistem kerja lemari es dimulai dari bagian kompresor sebagai jantung kulkas yang berfungsi sebagai tenaga penggerak. Pada saat dialiri listrik, motor kompresor akan berputar dan memberikan tekanan pada bahan pendingin. Bahan pendingin yang berwujud gas apabila diberi tekanan akan menjadi gas yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Dengan wujud seperti itu, memungkinkan refrigerant mengalir menuju kondensor. Pada titik kondensasi, gas tersebut akan mengembun dan kembali menjadi wujud cair, Refrigerant cair bertekanan tinggi akan terdorong menuju pipa kapiler. Dengan begitu refrigerant akan naik ke evaporator akibat tekanan kapilaritas yang dimiliki oleh pipa kapiler. Saat berada di dalam evaporator, refrigerant cair akan menguap dan wujudnya kembali menjadi gas yang memiliki tekanan dan suhu yang sangat rendah. Akibatnya, udara yang terjebak di antara evaporator menjadi bersuhu rendah dan akhirnya terkondensasi menjadi wujud cair. Pada kondisi yang berulang memungkinkan udara tersebut membeku menjadi butiran-butiran es. Hal tersebut terjadi pada benda atau air yang sengaja diletakkan di dalam evaporator.

Kompresor

Kompresor merupakan bagian terpenting di dalam kulkas . Apabila di analogikan dengan tubuh manusia, kompresor sama dengan jantung yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh begitu juga dengan kompresor. Kompresor berfungsi memompa bahan pendingin keseluruh bagian kulkas .

Kondensor

Kondensor adalah alat penukar kalor untuk mengubah wujud gas bahan pendingin pada suhu dan tekanan tinggi menjadi wujud cair. Jenis kondensor yang banyak digunakan pada teknologi kulkas saat ini adalah kondensor dengan pendingin udara. Yang digunakan pada sistem refrigrasi kulkas kecil maupun sedang. kondensor seperti ini memiliki bentuk yang sederhana dan tidak memerlukan perawatan khusus .saat lemari es bekerja kondensor akan terasa hangat bila dipegang.

Filter

Filter ( saringan ) berguna menyaring kotoran yang mungkin terbawa aliran bahan pendingin yang keluar setelah melakukan serkulasi agar tidak masuk kedalam konpresor dan pipa kapiler. Selain itu , bahan pendingan yang akan disalurkan pada proses berikutnya lebih bersih sehingga dapat menyerap kalor lebih maksimal.

Evaporator

Evaporator berfungsi menyerap panas dari benda yang di masukkan kedalam kulkas, kemudian evaporator menguapkan bahan pendingin untuk melawan panas dan mendinginkannya. Sesuai fungsinya evaporator adalah alat penguap bahan pendingin agar efektif dalam menyerap panas dan menguapkan bahan pendingin, evaporator di buat dari bahan logam anti karat, yaitu tembaga dan almunium.

Thermostat

Thermostat memiliki banyak sebutan antara lain temperatur kontrol dan cool control. Apapun sebutannya, thermostat berfungsi mengatur kerja kompresor secara otomatis bedasarkan batasan suhu pada setiap bagian kulkas. Bisa dikatakan, thermostat adalah saklar otomatis berdasarkan pengaturan suhu. Jika suhau evaperator sesuai dengan pengatur suhu thermostat, secara otomatis thermostat akan memutuskan listrik ke kompresor.

Heater

Hampir keseluruan kulkas nofrost dan sebagian kecil kulkas defrost dilengkapi dengan pemanas ( heater ). Pemanas berfungsi mencairkan bunga es yang terdapat di evapurator . selain itu pemanas dapat mencegah terjadinya penimbunan bunga es pada bagian rak es dan rak penyimpan buah di bawah rak es.

Fan motor

Fan motor atau kipas angin berguna untuk menghembuskan angin . pada kulkas ada dua jenis fan

1. fan motor evaporator
Berfungsi menghembuskan udara dingin dari evaporator keseluruh bagian rak ( rak es , sayur ,dan buah ).

2. fan motor kondensor
kipas angin ini diletakkan pada bagian bawah kulkas yang memiliki kondensor yang berukuran kecil yang berfungsi mengisap atau mendorong udara melalui kondensor dan kompresor . selain itu berfungsi mendinginkan kompresor.

Overload motor protector

Adalah komponen pengaman yang letaknya menyatu dengan terminal kompresor. Cara kerjanya serupa dengan sekering yang dapat menyambung dan memutus arus listrik. Alat ini dapat melindungi komponen kelistrikan dari kerusakan arus akibat arus yang dihasilkan kompresor melebihi arus acuan normal.

Bahan Pendingin (Refrigerant)

Refrigerant adalah zat yang mudah diubah wujudnya dari gas menjadi cair, ataupun sebaliknya. Jenis bahan pendingin sangat beragam. Setiap jenis bahan pendingin memiliki karakteristik yang berbeda.

Cara kerja sistem AC ruangan

Bagaimana cara kerja sistem AC sehingga mampu memberikan efek pendingin dalam ruangan Anda? AC alias Air Conditioner alias Pengkondision Udara merupakan seperangkat alat yang mampu mengkondisikan ruangan yang kita inginkan, terutama mengkondisikan ruangan menjadi lebih rendah suhunya dibanding suhu lingkungan sekitarnya. Seperangkat alat tersebut diantaranya kompresor, kondensor, orifice tube, evaporator, katup ekspansi, dan evaporator dengan penjelasan sebagai berikut :

Kompresor :

Kompresor adalah power unit dari sistem sebuah AC. Ketika AC dijalankan, kompresor mengubah fluida kerja/refrigent berupa gas dari yang bertekanan rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi. Gas bertekanan tinggi kemudian diteruskan menuju kondensor.

Kondensor :

Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah/mendinginkan gas yang bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi. Cairan lalu dialirkan ke orifice tube.

Orifice Tube :

di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan tekanan dan suhunya menjadi cairan dingin bertekanan rendah. Dalam beberapa sistem, selain memasang sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.

Katup ekspansi :

Katup ekspansi, merupakan komponen terpenting dari sistem. Ini dirancang untuk mengontrol aliran cairan pendingin melalui katup orifice yang merubah wujud cairan menjadi uap ketika zat pendingin meninggalkan katup pemuaian dan memasuki evaporator/pendingin

Evaporator/pendingin :

refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke akumulator / pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui kompresor untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent.

Jadi, cara kerja sistem AC dapat diuraikan sebagai berkut :

Sistem kerja AC

Kompresor yang ada pada sistem pendingin dipergunakan sebagai alat untuk memampatkan fluida kerja (refrigent), jadi refrigent yang masuk ke dalam kompresor dialirkan ke condenser yang kemudian dimampatkan di kondenser.

Di bagian kondenser ini refrigent yang dimampatkan akan berubah fase dari refrigent fase uap menjadi refrigent fase cair, maka refrigent mengeluarkan kalor yaitu kalor penguapan yang terkandung di dalam refrigent. Adapun besarnya kalor yang dilepaskan oleh kondenser adalah jumlahan dari energi kompresor yang diperlukan dan energi kalor yang diambil evaparator dari substansi yang akan didinginkan.

Pada kondensor tekanan refrigent yang berada dalam pipa-pipa kondenser relatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan refrigent yang berada pada pipi-pipa evaporator.

Setelah refrigent lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari fase uap ke fase cair maka refrigent dilewatkan melalui katup ekspansi, pada katup ekspansi ini refrigent tekanannya diturunkan sehingga refrigent berubah kondisi dari fase cair ke fase uap yang kemudian dialirkan ke evaporator, di dalam evaporator ini refrigent akan berubah keadaannya dari fase cair ke fase uap, perubahan fase ini disebabkan karena tekanan refrigent dibuat sedemikian
rupa sehingga refrigent setelah melewati katup ekspansi dan melalui evaporator tekanannya menjadi sangat turun.

Hal ini secara praktis dapat dilakukan dengan jalan diameter pipa yang ada dievaporator relatif lebih besar jika dibandingkan dengan diameter pipa yang ada pada kondenser.

Dengan adanya perubahan kondisi refrigent dari fase cair ke fase uap maka untuk merubahnya dari fase cair ke refrigent fase uap maka proses ini membutuhkan energi yaitu energi penguapan, dalam hal ini energi yang dipergunakan adalah energi yang berada di dalam substansi yang akan didinginkan.

Dengan diambilnya energi yang diambil dalam substansi yang akan didinginkan maka enthalpi [*] substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun, dengan turunnya enthalpi maka temperatur dari substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun. Proses ini akan berubah terus-menerus sampai terjadi pendinginan yang sesuai dengan keinginan.

Dengan adanya mesin pendingin listrik ini maka untuk mendinginkan atau menurunkan temperatur suatu substansi dapat dengan mudah dilakukan.

Perlu diketahui :

Kunci utama dari AC adalah refrigerant, yang umumnya adalah fluorocarbon [**], yang mengalir dalam sistem, menjadi cairan dan melepaskan panas saat dipompa (diberi tekanan), dan menjadi gas dan menyerap panas ketika tekanan dikurangi. Mekanisme berubahnya refrigerant menjadi cairan lalu gas dengan memberi atau mengurangi tekanan terbagi mejadi dua area: sebuah penyaring udara, kipas, dan cooling coil (kumparan pendingin) yang ada pada sisi ruangan dan sebuah kompresor (pompa), condenser coil (kumparan penukar panas), dan kipas pada jendela luar.

Udara panas dari ruangan melewati filter, menuju ke cooling coil yang berisi cairan refrigerant yang dingin, sehingga udara menjadi dingin, lalu melalui teralis/kisi-kisi kembali ke dalam ruangan. Pada kompresor, gas refrigerant dari cooling coil lalu dipanaskan dengan cara pengompresan. Pada condenser coil, refrigerant melepaskan panas dan menjadi cairan, yang tersirkulasi kembali ke cooling coil. Sebuah thermostat [***] mengontrol motor kompresor untuk mengatur suhu ruangan.

[*] Entalphi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja.

[**] Fluorocarbon adalah senyawa organik yang mengandung 1 atau lebih atom Fluorine. Lebih dari 100 fluorocarbon yang telah ditemukan. Kelompok Freon dari fluorocarbon terdiri dari Freon-11 (CCl3F) yang digunakan sebagai bahan aerosol, dan Freon-12 (CCl2F2), umumnya digunakan sebagai bahan refrigerant. Saat ini, freon dianggap sebagai salah satu penyebab lapisan Ozon Bumi menajdi lubang dan menyebabkan sinar UV masuk. Walaupun, hal tersebut belum terbukti sepenuhnya, produksi fluorocarbon mulai dikurangi.

[***] Thermostat pada AC beroperasi dengan menggunakan
lempeng bimetal yang peka terhadap perubahan suhu ruangan. Lempeng ini terbuat dari 2 metal yang memiliki koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika temperatur naik, metal terluar memuai lebih dahulu, sehingga lempeng membengkok dan akhirnya menyentuh sirkuit listrik yang menyebabkan motor AC aktif/jalan.